Perkokoh Akar Rumput, PWNU DKI Jakarta Sampaikan 5 Pesan Strategis Dalam Pembinaan Kader MWCNU Tebet


Jakarta - bidik-fakta.com
, Majelis Wakil Cabang Nahdlatul Ulama (MWCNU) Tebet menyelenggarakan kegiatan Pelatihan dan Pembinaan Kader di Yayasan Darul Qur'an, Jalan Pal Batu 1, Menteng Dalam, Tebet, pada Minggu (9/8/2026). Acara yang dimulai pukul 13.00 WIB ini diikuti oleh puluhan kader dari berbagai ranting di wilayah Tebet sebagai langkah penguatan konsolidasi organisasi di tingkat akar rumput.


Kegiatan yang berlangsung khidmat ini menghadirkan sejumlah tokoh penting jajaran pengurus wilayah dan cabang. Hadir di antaranya Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma'arif, Wakil Ketua PWNU DKI Jakarta H. Junaidi Sahal, S.IP, serta Ketua PCNU Jakarta Selatan H. Muhamad Ishaq, SE.


5 Pesan Penting KH Samsul Ma'arif untuk Kader MWCNU Tebet

Dalam pengarahannya, Ketua PWNU DKI Jakarta KH Samsul Ma'arif menyampaikan lima pesan strategis yang menjadi perhatian serius bagi para kader NU di tingkat ranting maupun kecamatan:


1. Khidmah dengan Keikhlasan, Kiai Samsul menekankan bahwa para kader NU harus mengedepankan semangat khidmah yang dilandasi keikhlasan. Nilai pergerakan (harakah) sebagai warga nahdhiyin tidak boleh sebatas orientasi duniawi, melainkan murni sebagai bentuk pengabdian kepada Allah, agama, dan umat.


2. Kemandirian Pengurus dan Kader, Kemandirian menjadi kunci kekuatan utama organisasi. Kiai Samsul mengingatkan agar kader NU tidak bergantung sepenuhnya kepada organisasi. Justru dengan kemandirian, Jam'iyyah Nahdliyah akan tetap kokoh dan eksis di tengah dinamika zaman yang terus berubah.


3. Dukungan untuk Muktamar ke-35 di Tambak Beras, Mengacu pada agenda besar Nahdlatul Ulama, Kiai Samsul mengajak seluruh jam'iyyah khususnya di lingkungan MWCNU Tebet untuk turut menyukseskan Muktamar NU ke-35 yang akan digelar di Tambak Beras. Bagi yang tidak bisa hadir secara fisik, beliau mengimbau untuk menggelar istighosah di masing-masing tempat sebagai bentuk dukungan spiritual agar muktamar berlangsung khidmat dan menghasilkan kepengurusan yang melayani umat.


4. Sinergi dengan Pemerintah Setempat, Para pengurus ranting dan MWC didorong untuk meningkatkan sinergisitas dengan pemerintah setempat, baik kelurahan maupun kecamatan. Kerja sama ini penting untuk menciptakan program-program sosial kemasyarakatan yang berdampak nyata bagi warga sekitar.


5. Semangat Kesantrian ala Mbah Hasyim, Di akhir sambutannya, Kiai Samsul menyampaikan pesan penuh harap agar setiap pengurus yang ikhlas mengabdi kepada NU akan diakui sebagai santri Hadrotusy Syaikh Mbah Hasyim Asy'ari, serta senantiasa didoakan husnul khotimah dan memperoleh keberkahan dari para pendiri organisasi.


Pelatihan dan pembinaan kader ini menjadi salah satu langkah strategis MWCNU Tebet dalam mempersiapkan generasi penerus yang berkualitas. Ketua Tanfidziyah MWCNU Tebet menyampaikan bahwa kegiatan serupa akan terus digalakkan secara rutin untuk memastikan regenerasi kepengurusan berjalan dengan baik.


Sementara itu, Ketua PCNU Jakarta Selatan H. Muhamad Ishaq, SE memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Menurutnya, pembinaan kader di tingkat kecamatan merupakan fondasi penting bagi kemajuan NU di tingkat cabang maupun wilayah.


Acara yang berlangsung hingga sore hari ini ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah. Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, berharap ilmu dan motivasi yang diperoleh dapat diaplikasikan dalam pengabdian mereka di tengah masyarakat Tebet dan sekitarnya.

Komentar