Kepsek PAUD KB Asa,Billah Bangga Mendapat Program Revitalisasi Satuan Pendidikan Yang Lama Di Nantikan.
Serang - bidik-fakta.com, rasa syukur yang di rasakan oleh kepala sekolah PAUD KB Asa Billah saat mendapat bantuan program revitalisasi satuan pendidikan sulit di ungkapkan dengan kata-kata.
Dari tahun 2013 semenjak mendirikan sekolah untuk anak-anak usia dini, kegiatan belajar berada di sebuah rumah atau tempat seadanya yang jauh dari kelayakan.
Setelah berjalan satu tahun berkat bantuan dari swadaya masyarakat pada tahun 2014 berdirilah bangunan berdinding GRC dengan luas sekitar panjang 10 kali lebar 6 meter.
Dukungan dari warga sekitar menjadikan sebuah harapan besar kelak bangunan tersebut akan lebih baik,aman dan layak untuk anak-anak belajar dalam menempuh jenjang selanjutnya.
Lokasi sekolah tersebut berada di kampung nangklak, desa wirana, kecamatan pamarayan, kabupaten serang, provinsi banten.
Kini harapan tersebut akhirnya terwujud, PAUD KB Asa Billah mendapat bantuan pemerintah dalam program revitalisasi yang besumber dari APBN tahun anggaran 2026 sebesar Rp.229.216.000.00,-
Selaku kepala sekolah Asep Rizal mengucapkan sangat berterima kasih kepada pemerintah yang telah memberikan program tersebut dan akan menjalankan amanat sesuai ketentuan yang ada, baik dalam pelaksanaan pengelolaan anggaran pembangunam hingga pemanfaatannya.
Sedikit dalam pelaksanaan muncul isu-isu miring terkait penggunaan bahan material yang katanya diduga tidak sesuai spesifikasi, namun saat di temui awak media ternyata itu hanya kesalahpahaman, material yang tidak sesuai spek itu tidak benar.
Silahkan pak, kami senang di kontrol atau di awasi¹ kalau kiranya ada yang salah kami siap di ingatkan sambil mengajak wartawan untuk cek satu persatu material yang di gunakannya, yang ternyata menurut pantauwan awak media sementara tidak di temukan dugaan pengurangan atau salah dalam penggunaan bahan material, besi, semen maupun yang lainnya sesuai SNI (setandar¹ nasional indonesia) atau bahan yang berkualitas standar, 20 agustus 2026.
Reporter:samu korlip.






Komentar
Posting Komentar