HUT ke-81 RI di Tengah Tantangan Fiskal, A. Raden: Semoga Jadi Awal Cerah bagi OKI

 

Kayuagung — bidik-fakta.com


Di tengah sorotan terhadap kondisi fiskal Pemerintah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), semangat memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tetap berkobar di tengah masyarakat. Selama tiga hari, 17–19 Agustus 2026, berbagai rangkaian kegiatan digelar dengan nuansa kebangsaan dan budaya.


Kemeriahan terlihat dalam pelaksanaan upacara dengan peserta mengenakan pakaian adat, karnaval budaya, hingga berbagai perlombaan yang melibatkan masyarakat. Rangkaian kegiatan tersebut menunjukkan bahwa peringatan kemerdekaan tidak hanya berlangsung secara seremonial, tetapi juga menjadi ruang untuk mempererat kebersamaan sekaligus menjaga identitas budaya daerah.


Semangat tersebut berlangsung di tengah tantangan fiskal yang dihadapi Pemkab OKI. Berdasarkan dokumen resmi pemerintah daerah, perubahan struktur APBD 2026 mencatat pendapatan sekitar Rp2,45 triliun dan belanja sekitar Rp2,78 triliun, sehingga terdapat defisit sekitar Rp327,54 miliar.


Sebelumnya, APBD OKI 2026 disepakati dengan postur sekitar Rp2,214 triliun. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya pengelolaan keuangan daerah yang cermat agar pelayanan publik, pembangunan, serta program yang menyentuh kepentingan masyarakat tetap berjalan.


Di tengah kondisi tersebut, tokoh masyarakat OKI, A. Raden, menilai momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat menjadi titik awal untuk membangun optimisme baru bagi daerah.


“Semoga semangat kemerdekaan ini menjadi awal yang cerah bagi OKI. Di tengah berbagai persoalan yang sedang dihadapi, kita berharap pemerintah dan masyarakat dapat bersama-sama memperbaiki keadaan, menjaga persatuan, serta mendorong pembangunan yang benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Raden.


Menurut Raden, kemeriahan peringatan kemerdekaan seharusnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Semangat gotong royong yang terlihat dalam berbagai kegiatan masyarakat perlu diteruskan menjadi energi positif untuk memperkuat tata kelola pemerintahan, meningkatkan pelayanan publik, menggerakkan perekonomian, dan mendorong pembangunan daerah.


Semangat kebersamaan itu juga tercermin dalam berbagai kegiatan budaya yang menjadi bagian dari perayaan kemerdekaan di Sumatera Selatan. Salah satunya melalui lomba perahu bidar yang tidak sekadar menjadi hiburan rakyat, tetapi juga mencerminkan kekompakan dan semangat gotong royong. Dalam Festival Perahu Bidar Tradisional 2026, peserta dari OKI bahkan berhasil meraih posisi kedua.


Makna kemerdekaan tersebut juga sejalan dengan pemikiran Proklamator Mohammad Hatta yang dalam berbagai catatan pemikirannya menempatkan kemerdekaan bukan sebagai tujuan akhir, melainkan sebagai jalan untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat.


Karena itu, bagi OKI, semangat HUT ke-81 RI diharapkan tidak berhenti ketika rangkaian perayaan berakhir. Kemeriahan yang berlangsung selama tiga hari dapat menjadi momentum untuk memperkuat optimisme, sekaligus mendorong kerja nyata dalam menghadapi berbagai tantangan daerah.


Pengelolaan keuangan yang bertanggung jawab, pelayanan publik yang semakin baik, serta pembangunan yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam kehidupan sehari-hari.


“Harapannya bukan hanya tiga hari kita merasakan kemeriahan kemerdekaan. Semangat itu harus terus hidup setelah perayaan selesai. Mudah-mudahan OKI semakin baik, pemerintah semakin kuat, masyarakat semakin sejahtera, dan persoalan yang ada dapat diselesaikan bersama,” kata Raden.


Dengan demikian, rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada 17–19 Agustus 2026 tidak hanya menjadi catatan tentang kemeriahan perayaan, tetapi juga diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan optimisme baru bagi Kabupaten OKI di tengah tantangan fiskal yang sedang dihadapi. 


(rls/Tim Redaksi PPWI)

Komentar